Selasa, 24 November 2009

EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS BELAJAR

BAB I

PENDAHULUAN

Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa baik ketika ia berada disekolah atau dirumah. Untuk memperoleh hasil yang maksimal didalam proses belajar hendaklah kita memperhatikan hal-hal yang menjadikan suksesnya suatu proses belajar, salah satunya ialah efisiensi dan efektifitas pelajar.
Maka dari itu kami akan menyajikan makalah dengan judul efisiensi dan efektifitas belajar, untuk kita diskusikan bersama.



BAB II

PERMASALAHAN

Didalam makalah ini kami akan menyajikan tentang :
1. Pengertian dari efisiensi dan efektifitas belajar.
2. Beberapa cara untuk memperoleh efisiensi dan efektifitas belajar.
3. Manfaat yang diperoleh dari metode belajar yang efektif dan efisien.



BAB III

EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS BELAJAR

A. PENGERTIAN EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS BELAJAR
Efisiensi adalah sebuah konsep yang mencerminkan perbandingan terbaik antara usaha dan hasilnya ( Gie, 1985 ). Suatu kegiatan belajar dapat dikatakan efisien apabila prestasi belajar yang diinginkan dapat dicapai dengan usaha yang minimal dan dengan usaha tersebut dapat memberikan prestasi belajar yang tinggi .
Efektifitas merupakan kesesuaian antara orang yang melaksanakan tugas dengan sasaran yang ingin dicapai. Efektifitas adalah bagaimana seseorang berhasil mendapatkan dan memanfaatkan metode belajar untuk memperoleh hasil yang baik. Efektifitas merupakan kesesuaian antara siswa dengan hasil belajar, dapat dikatakan bahwa makna efektifitas itu berbeda sesuai dengan sudut pandang dan kepentingan masing-masing, pendapat itu diakui oleh Chong dan Maginson ( 1981 ) dalam Efektivienes Means Different to Different People .
Jadi dapat disimpulkan bahwa efisiensi dan efektifitas belajar adalah metode belajar siswa dengan usaha yang minimal dan memanfaatkan metode-metode belajar tertentu untuk menghasilkan prestasi siswa yang maksimal.

B. BEBERAPA CARA UNTUK MEMPEROLEH EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS BELAJAR
1. Ragam Pendekatan Belajar
a. Pendekatan hukum Jost.
Menurut Reber ( 1988 ), salah satu asumsi penting yang mendasari hukum Jost adalah siswa yang lebih sering mempraktekan meteri pelajaran akan mudah mngingat kembali memori lama yang berhubungan dengan materi yang sedang ia tekuni, maksudnya adalah ketika siswa mempelajari materi tersebut yang panjang dan kompleks dengan alokasi waktu dua jam perhari selama empat hari akan lebih efektif dari pada mempelajari materi tersebut dengan alokasi waktu empat jam sehari tetapi hanya selama dua hari, perumpamaan dengan cara mencicil tersebut hingga kini masih dipandang cukup berhasil terutama untuk materi-meteri yang bersifat hafalan.
b. Pendekatan Ballard dan Clanchy
Menurut Ballard dan Clanchy ( 1990 ) ada dua macam siswa dalam menyikapi ilmu pengetahuan yaitu sikap melestarikan apa yang sudah ada Conserving dan sikap memperluas Extending. Siswa yang conserving umumnya mengunakan pendekatan belajar dengan Reproduktif yaitu belajar dengan menghafal, menjelaskan, meringkas yang tujuannya untuk menyebutkan kembali materi-materi yang sudah disampaikan. Sedangkan siswa yang extending umumnya menggunakan pendekatan Analitis yaitu belajar dengan berfikir kritis, berargumen yang tujuannya pembentukan kembali materi kedalam pola baru atau berbeda.
Diantara mereka ( siswa ) yang bersifat extending cukup banyak yang menggunakan pendekatan belajar yang lebih ideal yaitu pendekatan Spekulatif yaitu belajar dengan mencari kemungkinan dan penjelasan baru yang tujuannya menciptakan atau mengembangkan materi pengetahuan.
c. Pendekatan Biggs.
Menurut hasil penelitian Biggs ( 1991 ), pendekatan belajar siswa dapat dikelompokkan menjadi tiga prototype ( bentuk dasar ) yakni :
 Pendekatan surface ( pendekatan permukaan )
Yaitu siswa belajar karena dorongan dari luar Ekstrinsik antara lain takut tidak lulus yang mengakibatkan dia malu, gaya belajarnya pun santai, asal hafal dan tidak secara mendalam dalam memahami materi, pendekatan ini tidak baik digunakan untuk siswa karena siswa tidak sungguh-sungguh dalam belajar.

 Pendekatan deep ( mendalam )
Yaitu siswa dalam mempelajari materi sungguh-sungguh, serius, lulus dengan nilai baik adalah penting bagi siswa ini tetapi yang paling penting adalah memiliki pengetahuan yang cukup banyak dan bermanfaat bagi kehidupannya .
 Pendekatan achieving ( pencapaian prestasi tinggi )
Yaitu siswa belajar karena memiliki ambisi pribadi yang besar dalam meningkatkan prestasi keakuan dirinya dengan cara meraih prestasi setinggi-tingginya, gaya belajarnya serius dan dia sangat cerdik serta efisien dalam mengatur waktu, dia sangat disiplin dan berjiwa kompetisi untuk meraih nilai yang paling tinggi disbanding denganteman-temannya.
2. Ragam Metode Belajar
a. Metode 5Q3R
Metode ini dikembangkan oleh Francis P.Robinson untuk mempelajari teks yang terdapat dalam buku, artikel ilmiah dan laporan penelitian. Metode 5Q3R meliputi :
 Survey ;Memeriksa atau mengidentifikasi seluruh teks.
 Question ;Menyusun daftar pertanyaan yang relefan dengan teks.
 Read ;Membaca teks secara ektif untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah tersusun.
 Recite ;Menghafal setiap jawaban yang telah ditemukan.
 Review ;Meninjau ulang seluruh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang tersusun pada langkah ke dua dan ke tiga.
b. Metode PQ4R
Metode belajar lain yang dipandang dapat meningkatkan kinerja memori dalam memahami teks adalah metode ciptaan Thomas dan Robinson ( 1972 ) yaitu PQ4R, metode tersebut terdiri atas enam langkah pendukung upaya pembelajaran materi bab dalam teks atau buku, enam langkah tersebut merupakan singkatan dari PQ4R, yaitu :
 Preview ; Bab yang akan dipelajari hendaknya disurvei terlebih dahulu untuk menemukan topic umum yang terdapat didalamnya, kemudian sub bab yang ada didalam bab tersebut hendaknya diidentifikasi sebagai unit-unit yang akan dibaca.
 Question ; Pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan sub bab hendanya disusun misalnya dengan cara mengubah judul sub bab yang bersangkutan kedalam bentuk kalimat bertanya.
 Read ; Isi sub bab hendaknya dibaca secara cermat sambil mencoba mencari jawaban untuk pertanyaan yang telah disusun tadi.
 Reflect ; Selama membaca isi sub bab hendaknya dikenang secara mendalam dalam pikiran dengan berusaha memahami isi dan menangkap contoh-contohnya serta menghubungkannya dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya.
 Recite ; Setelah sebuah sub bab dibaca informasi yang terdapat didalamnya hendaknya diingat-ingat lalu semua pertanyaan mengenai sub bab tersebut dijawab. Jika ada jawaban yang kurang memuaskan maka bagian yang sulit diingat dan menyebabkan kesalahan jawaban itu hendaknya dibaca lagi.
 Review ; Setelah menyelesaikan satu bab tanamkanlah materi bab tersebut kedalam memori sambil mengingat intisarinya kemudian jawablah sekali lagi seluruh pertanyaan yang berhubungan dengan sub-sub bab dari bab tersebut .



C. MANFAAT YANG DIPEROLEH DARI METODE BELAJAR YANG EFEKTIF DAN EFISIEN
Dengan menggunakan metode belajar yang efektif dan efisien, siswa dapat memperoleh manfaat diantaranya :
1. Hemat waktu dan tenaga.
2. Siswa lebih mudah dalam mempelajari materi.
3. Peluang dalam keberhasilan belajar lebih besar.
4. Meningkatkan motifasi belajar.
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan makalah diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan efisien dan efektifitas belajar ialah metode belajar siswa dengan usaha yang minimal dan memanfaatkan metode-metode belajar tertentu untuk menghasilkan prestasi siswa yang maksimal. Untuk mendapatkan hasil belajar atau prestasi yang baik dan maksimal siswa diharapkan dapat belajar secara efektif dan efisien, diantaranya yaitu dengan berbagai pendekatan dan metode dalam belajar. Terlepas dari semua itu siswa juga diharapkan lebih optimis dan sadar akan pentingnya belajar untuk mendapatkan prestasi yang baik.
Demikian makalah yang dapat kami sampaikan, kami menyadari bahwa susunan makalah ini masih jauh untuk mencapai kesempurnaan, dalam arti yang sebenarnya dengan maksud peningkatan. Kami mengharap saran dan kritik yang membangun. Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua Amin……….
B. REFERENSI
Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2002.
Muhibbin Syach, Psikologi Belajar, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2003.
Imadudin Ismail, Pengembangan Kemampuan Belajar Pada Anak-Anak, Bulan Bintang, Jakarta, 1980.
Raisul Muttaqin, 101 Cara Belajar Siswa Aktif, Nusa Media, Bandung, 2004.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan tulis komentar anda