Selasa, 24 November 2009

BEBERAPA PENDEKATAN DALAM PENDIDIKAN

BAB I
PENDAHULUAN

Dalam dunia pendidikan ada banyak cara supaya dalam pelaksanaan suatu pendidikan bisa berjalan dengan baik. Untuk itu Penulis akan menguraikan salah satu cara yang bisa dijadikan sebagai pendukaung dalam pelaksanaan pendidikan yaitu Pendekatan Pendekatan dalam Pendidikan. Setelah mengetahui bahasan tentang apa itu pendeekatan dan pendekatan apa saja yang harus dilakukan, yang nantinya bisa mewujudkan suatu pendidikan yang kreatif, dinamis dan inovatif.


BAB II
BEBERAPA PENDEKATAN DALAM PENDIDIKAN

A. Definisi Pendekatan
Adalah proses perbuatan atau usaha dalam rangka aktifitas penelitian untuk
mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti, dalam bahasa inggris yaitu Approach dalam bahasa arab Madkhal . Adapun dalam pendidikan untuk mencapai keberhasilan harus diadakan pendekatan antara pendidik dan peserta didik.

B. Pendekatan-pendekatan dalam pendidikan
1. Pendekatan penanaman nilai
Pendekatan penanaman nilai (inculcation approach) adalah suatu pendekatan yang memberi penekanan pada penanaman nilai-nilai social dalam diri siswa. Menurut Superka et al. (1976), tujuan pendidikan nilai menurut pendekatan ini adalah: Pertama, diterimanya nilai-nilai sosial tertentu oleh siswa; Kedua, berubahnya nilai-nilai siswa yang tidak sesuai dengan nilai-nilai sosial yang diinginkan. Metoda yang digunakan dalam proses pembelajaran menurut pendekatan iniantara lain: keteladanan, penguatan positif dan negatif, simulasi,permainan peranan, dan lain-lain. Pendekatan ini sebenarnya merupakan pendekatan tradisional. Banyak kritik dalam berbagai literatur barat yang ditujukan kepada pendekatan ini. Pendekatan ini dipandang indoktrinatif, tidak sesuai dengan perkembangan kehidupan demokrasi (Banks, 1985; Windmiller, 1976). Pendekatan ini dinilai mengabaikan hak anak untuk memilih nilainya sendiri secara bebas. Menurut Raths et al. (1978) kehidupan manusia berbeda karena perbedaan waktu dan tempat. Kita tidak dapat meramalkan nilai yang sesuai untuk generasi yang akan datang. Menurut beliau, setiap generasi mempunyai hak untuk menentukan nilainya sendiri. Oleh karena itu, yang perlu diajarkan kepada generasi muda bukannya nilai, melainkan proses, supaya mereka dapat menemukan nilai-nilai mereka sendiri, sesuai dengan tempat dan zamannya.

2. Pendekatan Psikologis
Psikologisme cenderung mereduksi ilmu penddidikan enjadi ilmu proses belajar da mengajar, hal tersebut telah mempersempit pandangan para pendidik yang seakan- akan ilmu pendidikan terbatas pada ilmu mengajar saja, akan tetapi proses pendidikan didalam masyarakat modern bukn hanya terbatas pada proses belajar mengajar semata-mata tetapi sejalan dengan perkembangan dengan pranata pendidikan sebagai prnata social maka pendidikan perlu dikaji secara ilmiah dan ditngani secara professional, dengan demikian pandangan-pandangan psikologisme akan memperpuruk profesi pendidikan sebagai profesi yang tidak professional dan kurang bobot keilmiahanya.

3. Pendekatan Perencanaan
a. Pendekatan perencanaan pendidikan berdasarkan permintaan Masyarakat
Sistem yang digunakan agar masyrakat sadar akan pendidikan adalah kita lakukan pendekatan terhadap mereka apa yang diinginkan merka, apa yang menjadikan mereka kurang minat untuk menyekolahkan anak-anak mereka, dari survei yang kami lihat kebanyakan mereka mengeluhkan masalah biaya sekolah yang mahal menurut mereka, karena mereka belum tahu, kalau biaya sekolah mahal tetapi didukung dengan fasilitas yang memadahi serta kelengkapan fasilitas yang begitu lengkap berarti biaya sekolah tidak mahal, kalau biaya sekolah murah tetapi tidak ada fasilitas sama sekali , mesin ketik saja tidak ada, apalagi komputer berarti biaya sekolah mahal, hal ini perlu dijelaskan oleh guru, agar minat masyarakat dalam pendidikantidak rendah
b. Pendekatan perencanaan pendidikan berdasarkan kebutuhan kerja
Kebanyakan orang mengatakan menyekolahkan anak agar anaknya bisa memperoleh pekerjaan yang layak, kalau tujuannya seperti itu kita harus menggunakan pendekatan perencanaan pendidikan yang siap untuk di pekerjakan atau sekolah yang siap kerja, kalau menurut kami sekolah yang siap kerja adalah sekolah yang berbasis keterampilan, dengan keterampiln yang dimiliki akan lebih mudah terjun di dunia kerja, jadi kita arahkan mereka ke pendidikan keterampilan
c. Pendekatan perencanaan pendidikan berdasarkan nilai baik .
Meamng nilai baik merupakan hasil prestasi yang selalu ingi kita raih tetapi nilai baik bukanlah tujuan utama, tujuan pendidikan yang paling utama adalah mendapatkan ridho Allah, menghilangkan kebodohan dan ketertinggalan kita, dan menghidupkan atau menyebarluaskan ilmu kita kepada orng lain, adapun nilai baik adalah sarana untuk mencapai hal tersebut, dengan nilai baik kita bisa lebih mudah menyebarluaskan ilmu kita, tetapi yang menjadi masalah, nilai baik itu hasil dari dirinya sendiri atau menyontek, atau prestasi orang lain .

4. Pendekatan Filosofis
Pendekatan filosofis ini memandang manusia adalah mahkluk rasional atau homorasional sehingga segala sesuatu yang menyangkut pemgembangannya didasarkan kepada sejauh mana pengembangan berfikir dapat dikembangkan , dalam Alqur’an diterangkan:

                  
Artinya: Allah SWT memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya barang siapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebaikan yang banyak dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal
Surat Al Baqoroh ayat 269 menerangkan tentang seorang yang. Mendapatkan hikmah akan memperoleh kebaikan yang banyak itu Maksudnya apa? Yang kami fahami hikmah adalah sesuatu yang bermanfaat dalam dunia pendidikan sesuatu yang bermanfaat itu apa? Yaitu ilmu. Kalau seseorang sudah mendapatkan ilmu juga akan mendapatka banyak kebaikan, kalau banyak kebaikanya yang diperoleh, dia akan berlaku bijak, berarti apabila seseorang yang telah mendapatkan hikmah dia akan bijak perbuatanya, tujuan kami menyampaikan hal itu agar siswa dapat menggunakan fikiran(Rasio)seluas-luasnya sampai titik maksimal dari daya tangkapnya sehingga siswa terlatih untuk terus berfikir, karena pendekatan Filosofis adalah mengajak berfikir sedalam-dalamnya untuk mendapatkan hikmah.
Berfikir merupakan kunci dari nur keilmuan yaitu terbukanya ilmu, pengetahuan dan pemahaman, didalam belajar berfikir merupakan hal yang paling penting karena belajar tanpa berfikir tidak akn mendapatkan hasil.

5. Pendekatan Sosiologi
Pendekatan ini sangt efektif dalam membentuk sifat kebersaman siswa dalam lingkunganya, baik di sekolah maupun dimasyarakat. Ppendekatan ini daitekankan pada aspek tingkah laku dimana guru hendaknya dapat menanamkan rasa kebersamaan dan siswa dapat menyesuaikan diri, baik individu maupun sosialnya .
a. .Pendekatan Individu
Dalam hal ini dimaksudkan supaya daalam suatu pendidikan dapat memahami tingkah laku individu satu-persatu, bagaimana cara berfikir, perasaan, perbuatan, sikap, watak dan moralnya. Individu sebagai titik tolak dalam masyarakat. Dalam berinteraksi dengan masyarakat dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu:
i. Faktor internal (biologi)
Dalam hal ini peran di dalam bertingkah laku selalu di titikkan pada keadaan biologisnya baik secara fisik maupun non fisik, sehingga dalam berinteraksi dengan masyarakat baik buruknya seseorang dalam berhubungan ke hal tersebut saling berpengaruh, contoh : jika keadaan mentalitasnya tidak normal maka dalam bertingkah laku dengan masyarakat tidak wajar seperti layaknya teman yang lain .
ii. Faktor ekternal
Dalam hal ini peran juga dipengaruhi oleh lingkungan, baik keluarga maupun masyarakat sekitar. Jika dalam keluarganya didik dengan baik, sopan santun, beragama maka peran dalam berinteraksi nantinya kalau sudah dewasa akan baik, tapim jika dalam keluarga itu didiknya tidak baik mungkin sering bertengkar, maka tingkah laku seseorang / peraanpun nantinya juga tidak baik .
6. Pendekatan sosial
Pendekatan social ini adalah pedidikan yang tidak di lakukan secara menyeluruh tentang aspek-aspek atau komponen-komponen dari kebudayaan manusia seperti keluarga, tradisi –tradisi, adapt istiadat, moralitas dan norma-norma sosial masyarakat .
Menurut Wood Wart manusia dalam menyesuaikan diri dengan likungan selalu melalui 4 macam proses :
a) Individu dapat bertentangan dengan lingkungan
b) Individu dapat menggunakan lingkungan
c) Individu berpartisipasi dalam lingkungan
d) Individu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan .

7. Pendekatan interksi / Timbal balik
Pendekatan ini berhubungan / interaksi antara individu dan social . di mana keduanya itu saling berhubungan bahkan saling mempengaruhi antar satu dengan yang lain, yang nantinya akan menuju pada suatu sikap yang kreatif dan dinamis

8. Pendekatan Emosional
Pendekatan emosional adalah usaha untuk menggugah perasaan dan emosi siswa dalam meyakini, memahami dan menghayati , karena kemampuan jiwa untuk merasakan gejala sesuatu yang disebabkan oleh rangsangan dari luar sangatlah peka. Kadang ada rasa marah, sedih, gembira bisa mempengaruhi belajar siswa. Apalagi kalau lingkunganya berupaya mempercepat proses perkembangan siswa akan dapat menimbulkan kesulitan dalam belajar.
Menurut penulis, dengan pendekatan emosional, siswa agar dapat meyakini, memahami dan menghayati perlu adanya tahapan-tahapan yang perlu diperhatikan yaitu, siswa bisa memperoleh pengetahuan baru walaupun secara penuh memahaminya setelah memperoleh hal baru, siswa diarahkan agar mau memahaminya, kemudian anak dapat memahami dan menghayatinya, setelah semuanya sudah berjalan dengan baik kemudian diharaokan agar siswa mau memanfaatkan dan mengamalkan serta melakukanya dengan emosi yang baik, pada tahap yang terakhir ini siswa telah memiliki pengethuan yang dipelajari sehingga dapat diterapkan kedaalm berbagai situasi

9. Pendektan Tekhnologi
Perkembangan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi saat ini sangat pesat dan berpengaruh sangat signifikan terhadap pribadi maupun komunitas, segala aktivitas, kehidupan, cara kerja, metoda belajar, gaya hidup maupun cara berpikir. Oleh karena itu, pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi harus diperkenalkan kepada siswa agar mereka mempunyai bekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai untuk bisa menerapkan dan menggunakannya dalam kegiatan belajar, bekerja serta berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Manusia secara berkelanjutan membutuhkan pemahaman dan pengalaman agar bisa memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi secara optimal dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman dan menyadari implikasinya bagi pribadi maupun masyarakat. Siswa yang telah mengikuti dan memahami serta mempraktekkan Teknologi Informasi dan Komunikasi akan memiliki kapasitas dan kepercayaan diri untuk memahami berbagai jenis Teknologi Informasi dan Komunikasi dan menggunakannya secara efektif. Selain itu siswa memahami dampak negatif, dan keterbatasan Teknologi Informasi dan Komunikasi, serta mampu memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung proses pembelajaran dan dalam kehidupan.
Pemerintah dalam hal ini mendiknas melalui bidang kurikulum telah memberikan acuan untuk mempersiapkan penerus bangsa dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi seperti dalam visi mata pelajaran teknologi informasi dan komonukasi. Didasarkan pada visi mata pelajaran ini diharapkan siswa dapat menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap inisiatif, mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan yang baru.
Pendidikan sebagai pondasi pembangunan suatu bangsa memerlukan pembahuruan-pembaharuan sesuai dengan tuntutan zaman. Keberhasil dalam pendidikan selalu berhubungan erat dengan kemajuan suatu bangsa yang dampaknya meningkatnya kesejahteraan kehidupan masyarakat. Pada era teknologi tinggi (high technology) perkembangan dan transformasi ilmu berjalan begitu cepat. Akibatnya, sistem pendidikan konvensional tidak akan mampu lagi mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi. Pendekatan-pendekatan modern dalam proses pengajaran tidak akan banyak membantu untuk mengejaran perkembangan ilmu dan teknologi jika sistem pendidikan masih dilakukan secara konvensional. Keperluan akan penguasaan teknologi khususnya Teknologi Informasi (TI) telah diantisipasi oleh pemerintah dalam hal ini oleh Departemen Pendidikan Nasional dengan dimasukkannya kurikulum teknologi informasi dalam kurikulum 2004 mulai dari pendidikan dasar sampai ke perguruan tinggi. Diharapkan dengan diemplementasikannya kurikulum TI ini akan meningkatkan kualitas proses pengajaran, kualitas penilaian kemajuan siswa dan kualitas administrasi sekolah.











BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa di dalam dunia pendidikan untuk mengetahui karakter, kamampuan dan hal apa yang harus dilakukan untuk mendidik siswa, agar dikatakan pendidikanya berhasil maka perlu adanya pendekatan-pendekatan dalam pendidikan,yang diantaranya telah kami bahas dalam makalah kami sbb:
a. Pendektan Penanaman Nilai
b. Pendekatan Psikologis
c. Pendekatan Perencanaan
Didalamnya:
1. Pendekatan perencanaan pendidikan berdasarkan permintaan Masyarakat
2. Pendekatan perencanaan pendidikan berdasarkan kebutuhan kerja
3. Pendekatan perencanaan pendidikan berdasarkan nilai baik
d. Pendekatan Filosofis
e. Pendekatan Sosiologi
1. Pendekatan Individu
2. Pendekatan social
3. Pendekatan Interaksi/Umpan balik
f. Pendekatan Emosional
g. Pendekatan Tekhnologi
B. Penutup
Demikianlah makalah ini penulis buat di harapkan dengan mkalah ini kita dapat mengetahui lebih jauh lagi tentang suatu pendekatan-pendekatan dalam pendidikan dan di harapkan nantinya dalam pelaksanaan suatu pendidikan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan suatu pendidikan
Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca yang beriman dan kelompok kami pada khususnya . Apabila ada kesalahan tulisan maupan bahasanya kami mohon maaf . Kritik dan saran kami harapkan gana merevisi menjadi yang lebih baik .
DAFTAR PUSTAKA

H. AR Tibar, Pendidikan Kebudayaan dan masyarakat madani Indonesia, PT. Remaja Rosda Karya, Bandung,1999
Armai Arief. MA, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Ciputat Pers, Jakarta, 2002.
Dr Nana Sudjana dan Drs.Ahmad Rivai,Teknologi pengajaran,1997,Sinar Baru ,bandung.
Endang Soenarya, Teori Perencanaan Pendidikan, Adicita Karya Nusa, Jogjakarta, 2002.
Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Ciputat Pers, Jakarta, 2002.
Prof. Dr. Ace Partadiredja, Pengantar Ekonomi, UGM Yogyakarta, 2002.
Moh.Rosyid, Ilmu Pendidikan, Unnes Press, semarang, 2004.
Redja Mudyaharjo, Filsafat Ilmu Pendidikan, PT.Remaja Rosda Karya, Bandung, 2002.
Syaiful Bahri Djamaroh, Azwan zairi, Strategi Belajar, Rineka Cipta, Jakarta, 1997.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan tulis komentar anda